10+ Smartphone Android dengan Teknologi Fast Charging Paling Cepat Sebagai solusinya beberapa pembuat ponsel membenamkan kapasitas baterai yang lebih besar , itu pun bisa dihitung jari. Kebanyakan smartphone yang dirilis saat ini hanya dibekali dengan baterai berkapasitas standar, berkisar 2.500 mAh hingga 3.000 mAh. Dengan borosnya daya baterai, beberapa produsen juga mengatasinya dengan menyematkan teknologi pengisian daya secara cepat ( quick charge ). Nah kalau bicara soal pengisian cepat tak lepas dari teknologi VOOC yang dikembangkan Oppo dan Quick Charge -nya Qualcomm. Fitur ini memungkinkan baterai dapat diisi lebih cepat dari biasanya sehingga waktu pengisian baterai menjadi lebih singkat. Sekilas Perkembangan Quick Charge Qualcomm Teknologi pengisian cepat pertama kali diusung oleh Qualcomm pada tahun 2012, Quick Charge v.10 diklaim mampu mengurangi waktu pengisian baterai menjadi lebih cepat hingga 40% dari pengisian baterai biasa. Selanjutnya Qualcomm meny...
Tips Agar Baterai Smartphone Tidak Bocor Ngeselin kan kalo baru beberapa bulan pake, baterai smartphone kamu udah harus ganti aja gara-gara bocor. Jika tidak diganti, baterai smartphone yang bocor akan berakibat fatal pada komponen smartphone yang berimbas besar ke performanya. Agar kamu tidak harus keluar biaya lagi gara-gara baterai smartphone bocor, yuk jaga agar baterai smartphone kamu tidak bocor! 1. Hindari Overheat Jika digunakan terus menerus dan tidak diberikan waktu istirahat, smartphone akan overheat . Bahkan beberapa smartphone rentan mengalami overheat walau tidak digunakan karena kasus wakelock . Untuk mengetahui apa itu wakelock dan apa penyebab wakelock , silakan baca di artikel Cara Mengetahui Aplikasi Penyebab Overheat . Wakelock Detector [Root] 2.0.1 Productivity by Smart Applicati...
8 Langkah untuk Manajemen Risiko Informasi Investasi pada teknologi diasosiasikan dengan investasi masa depan. Ratusan bahkan ribuan perusahaan besar di dunia berlomba-lomba meng- upgrade mesinnya. Namun, tak banyak yang fokus pada proteksi data yang diperoleh dari teknologi canggihnya. Berdasarkan survei oleh Pricewater Cooper di tahun 2015, hanya 45% dari 103 CEO di Amerika Serikat yang peduli pada keamanan data dan serangan cyber yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Sebagai Chief Finance Officer , akan selalu ada permintaan tambahan dana untuk perlindungan data dari tim proteksi atau manajemen risiko. Namun, di era ini, CEO tidak lagi tertarik pada kegiatan yang tidak produktif dan tidak menghasilkan keuntungan nyata bagi perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan data akurat dan analisa hasil yang terstruktur untuk meyakinkan pimpinan bahwa manajemen risiko informasi sangatlah penting. ...
Komentar
Posting Komentar